Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2020

Keras Yang Bikin Nggak "Kerasan"


Dunia ini keras. Kerja ini keras. Orang hanya berpikir tentang maunya. Nggak pernah berpikir tentang mauku. Apakah ini yang membuatku kerasan? 

Iya memang aku bekerja itu atas mauku, tapi aku digaji atas maunya. Iya maunya mau nggak mau harus dituruti semua. Karena aku dipekerjakan demi maunya. Mauku? Udahlah singkirkan

Udahlah lupakan bualan klise kalo kamu ada mau sampaikanlah. Disampaikan pun juga nggak ada guna. Karena itu hanya bualan pemanis mulut. Obat penenang yang menurutnya bisa menyenangkan. Tapi aku sudah muntah. Tawar rasanya lidah ini mendengar semua bualan itu. Diam lebih baik daripada bermanis-manis tapi pahit. Udahlah biar aku yang rasakan sendiri. Kamu lanjutkan kemauanmu. Aku masih kuat nuruti kemauanmu. 

Arrrggghhhh. Pengen teriak sekencang-kencangnya. Pengen teriak sekeras-kerasnya. Sekeras dunia ini. Sekeras kerja ini.

Aku nggak mau mengulang apa yang terjadi padaku. Aku nggak mau orang mengalami apa yang kualami. Cukup aku saja. Cukup ini menjadi catatan. Catatan Seorang Habib, yang semoga ini jadi pengingatku. Pengingat agar aku tetap membumi, meski anganku ingin ke langit. 

Sabtu, 30 Desember 2017

Kamis, 16 November 2017

#CatatanSeorangHabib tentang Perjalanan Hidup



Hidup itu tentang perjalanan...... simak selanjutnya di videonya.... makasih yang udah tonton, suwun banget yang mau like, apalagi mau menyempatkan waktunya untuk nulis komentar, klik share n klik subscribe, angkat topi buat kamu :)






Ini channel youtube saya butuh support kawan-kawan, monggo dilihat dulu youtube.com?mochamadhabib

"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Rabu, 26 Juli 2017

#LIBURAN HABIB & NIZAR - JATIM PARK 2 BATU - PART 2


dibuang sayang, sebenarnya liburannya udah lama, dan videonya juga jadinya udah lama, cuma yaaaa gitu lah, nggak ada yang sempurna, kita hanya bisa berusaha. selamat menyaksikan :)
.
.
.



Terimakasih udah nonton, kritik saran di kolom komentar sangat saya harapkan agar kedepannya bisa tercipta karya-karya yang lebih baik. Satu like cukup berarti untuk memberi semangat saya berkreasi lagi. terima kasih lebih saya ucapkan bagi yang udah subscribe di channel youtube saya, nih linknya www.youtube.com/mochamadhabib

"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Minggu, 09 Juli 2017

Habib Bukan Pakar - Bagian #1



Alhamdulillah saya lahir di Indonesia dan karenanya saya jadi orang Indonesia | Alhamdulillah Allah berikan mata dan karenaNya saya bisa melihat | Alhamdulillah Allah berikan telinga dan karenaNya saya bisa mendengar | Dan masih banyak lagi yang Allah berikan sehingga karenaNyalah bisa melakukan banyak hal | Maka dengan pikiran yang jernih dan hati yang semoga dijauhkan dari kesombongan, saya yakinkan diri saya bahwa Allah adalah Tuhan saya, Sang Pencipta Segalanya
.
.
Mata ini sering melihat kedzaliman, kemiskinan, kebodohan, kerusakan, ketidakadilan yang terjadi di negeri ini | Telinga ini juga sering mendengar yang demikian baik langsung maupun tidak langsung | Lantas apakah ini potret negeri yang sehat? | Salahkan jika saya katakan jika negeri ini sedang sakit? | Lalu, bolehkan saya menawarkan obatnya?
.
.
Saya memang bukan pakar | Sarjana saja belum kelar | Tapi hati dan akal saya tak bisa dibohongi | Sekalipun yang mengatakan seorang pakar, ilmuan bahkan profesor, apakah saya harus selalu percaya yang mereka katakan itu benar | Tidak bolehkan saya katakan sekali lagi jika saya mau menawarkan obat atas sakitnya negeri ini? | Karena saya juga orang yang terlahir di negeri ini, tidak bolehkah saya ikut menyumbang pikir atas sakitnya negeri ini? | Apakah juga salah jika saya menawarkan obat yang berbeda dari tawaran kebanyakan orang untuk kesembuhan negeri ini?
.
.
Maka obat yang saya tawarkan adalah syariah dengan khilafah sebagai sistemnya | Mengapa harus obatnya syariah, bukan yang lainnya saja? | Dan mengapa khilafah sistemnya, bukan yang lainnya saja?
.
.
Bersambung...
#CatatanSeorangHabib

Selasa, 09 Mei 2017

Download Guide Book Ramadhan for Kids



Ayo Ceriakan Ramadhan tahun ini bersama buah hati. Ajari anak sedini mungkin untuk menjadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinanti dengan berbagai aktivitas yang menarik. Ada apa saja didalamnya?
.
Yups, ada tips untuk orang tua, penanda harian, cheklist ibadah, topik ngobrol harian, ide quality time, dijamin menarik buat anak.

Yuk langsung download saja dibawah ini



Yuk sebarkan Guide Book Ramadhan for Kids jika dirasa bermanfaat
.
.
Layout & Konten : Ragwan M Al-Alydrus
E-mail : gwan.aydrus@gmail.com


Jumat, 28 April 2017

Nizar - Sholawatan Lucu dan Gemesin



lucu dan gemesin banget nih bocah....
yuk langsung tonton aja,
tebak kira-kira berapa umurnya???





Terimakasih udah nonton, kritik saran di kolom komentar sangat saya harapkan agar kedepannya bisa tercipta karya-karya yang lebih baik. Satu like cukup berarti untuk memberi semangat saya berkreasi lagi. terima kasih lebih saya ucapkan bagi yang udah subscribe di channel youtube saya, nih linknya www.youtube.com/mochamadhabib

"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Kamis, 23 Maret 2017

#LIBURAN HABIB & NIZAR - JATIM PARK 2 BATU - PART 1



Oke guys... ini video liburan kemarin yang baru sempet diedit and diupload. Liburan kali ini kebetulan saya bareng Nizar (lagi) di Jatim Park 2 Batu. Seperti apa liburannya? langsung aja di PLAY


Malang, 14 Maret 2017
#CatatanSeorangHabib





Terimakasih udah nonton, kritik saran di kolom komentar sangat saya harapkan agar kedepannya bisa tercipta karya-karya yang lebih baik. Satu like cukup berarti untuk memberi semangat saya berkreasi lagi. terima kasih lebih saya ucapkan bagi yang udah subscribe di channel youtube saya, nih linknya www.youtube.com/mochamadhabib

"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Senin, 13 Maret 2017

#LiburanHabib & Nizar - Taman Safari 2 Prigen Jatim - Part 3



ok guys ini video terakhir liburan di Taman Safari Prigen Jawa Timur, tunggu video-video berikutnya. selamat berlibur dan jangan lupa bahagia....

Selamat menyaksikan



#CatatanSeorangHabib






Terimakasih udah nonton, kritik saran di kolom komentar sangat saya harapkan agar kedepannya bisa tercipta karya-karya yang lebih baik. Satu like cukup berarti untuk memberi semangat saya berkreasi lagi. terima kasih lebih saya ucapkan bagi yang udah subscribe di channel youtube saya, nih linknya www.youtube.com/mochamadhabib

"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Sabtu, 04 Maret 2017

#LiburanHabib & Nizar - Taman Safari 2 Prigen Jatim - Part 2



akhirnya ketemu nizar




Terimakasih udah nonton, kritik saran di kolom komentar sangat saya harapkan agar kedepannya bisa tercipta karya-karya yang lebih baik. Satu like cukup berarti untuk memberi semangat saya berkreasi lagi. terima kasih lebih saya ucapkan bagi yang udah subscribe di channel youtube saya, nih linknya www.youtube.com/mochamadhabib


"Matur Suwun Nggeh, Salam Sukses Seduluran"

Selasa, 06 Desember 2016

Senin, 05 Desember 2016

Sabtu, 05 November 2016

Catatan Aksi 5 November

Ini tulisan saudara saya. Dan saya menyetujuinya dan mengaamiinkannya. Inilah masa muda saya
.
.
@Regrann_App from @rujiankhairi  -  .
.
.
Nak... jika kelak kau bertanya tentang masa mudaku... Maka ketahuilah aku dan teman-teman ku mahasiswa angkatan 2012 sebagai sebuah kiasan adalah aktivitas kampus di pagi hari (kuliah, belajar, nugas dll), aktivis jalanan di siang hari, dan aktivis masjid di malam hari.

Suara kami lantang pada penguasaan dzholim, namun seketika redup pada ulama yang tawadhu' nan khusyu'
Kami memilih jalan terjal perjuangan Islam, meninggalkan hiruk pikuk gemerlap hedonisme ala dajjal

Kami tetap menganggap penting akademik, namun ingat, kami tidak mendewakan IP Komulatif.

Nak... syukur Alhamdulillah Allah swt telah anugerahkan Islam ideologis tertancap dalam diri kami... tepat dimasa muda yang berapi-api hingga islam jadi jalan hidup kami.
Nak... jika masa mudamu kelak masih dalam kubangan kapitalis demokrasi, berdiri lah lebih lantang agar segera diganti

Namun jika kau hidup sudah dalam naungan khilafah raayidah ala min haj An nubuwah, maka jadilah mujahid muda bak Usamah bin Zaid, atau ulama Faqih laksana Abdullah bin Abbas atau mungkin ilmuan muslim cerdas semisal Al khuwarizmi.
Pilihlah sesuai dengan keinginan mu, yang jelas jadilah pembela Islam yang terpercaya. *Kontrakan Abu Bakar 5 Nov 2016

catatan:
tulisan ini tidak memprovokasi aktivis untuk segera nikah, hal tsb pembahasan yang lain. Tulisan ini sebagai wujud syukur atas karunia mabda' islam di masa muda.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Semuslim Sesaudara

Setiap Muslim adalah saudara bersama Muslim lainnya
Tak peduli dari rahim siapa dilahirkan dirinya
Tak peduli dirinya dari keturunan Jawa, Madura, Sunda, Batak bahkan Cina
Jika Allah sudah katakan "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" (49:10)
Maka itu sudah cukup, tak ada alasan untuk menolaknya
.
Tak ada alasan bagi kita untuk membeda-bedakannya
Karena yang membedakan kita dengan Muslim lainnya hanya ketakwaannya
Dan hanya Allah yang berhak menilai ketakwaan tiap-tiap hambaNya
.
Tak ada alasan jika jarak dan wilayah memisahkan kita
Lantas kita diam dan membiarkan mereka kelaparan, dihina bahkan disiksa
Karena kata Rasulullah, Muslim itu bagaikan satu tubuh saja
Apabila ada bagian yang sakit, Maka seluruh tubuh harusnya merasakan sakit semua
.
Tapi sepertinya dunia sudah berubah
Karena media dan propaganda sampah
Semuanya dikondisikan menjadi manusia-manusia bedebah
Yang sibuk ngurus diri sendiri hingga lupa jika kita sejatinya satu tubuh
.
Menolong sesama muslim menjadi perdebatan
Hanya gara-gara kita beda kewarganegaraan
Padahal Islam tidak mengajarkan yang demikian
Maka saatnya Anda yang mengaku muslim, tolong bangun dari tidur Anda yang mengenakan
.
Saatnya umat muslim bersatu
Saling bahu-membahu membatu
Melanjutkan kehidupan Islam dengan perasaan yang satu
Dengan pemikiran yang satu
Dengan aturan yang satu
Dan dengan negara yang satu
Apalagi namanya jika bukan Khilafah itu
Agar tetap berrima u u u
Maka jika ada yang bertanya siapa yang menginginkan kehidupan seperti itu
Diantara jutaan oranganya, salah satunya adalah Aku
.
.
Malang, 29 Oktober 2016 disore yang sejuk bersama @felixsiauw
@cahyoahmadirsyad @agoytama
#catat #catatan #catatanseoranghabib

Jumat, 12 Agustus 2016

MERDEKA KITA LEVEL BERAPA?


Puisi: Prof. Dr. Fahmi Amhar

Kita ini baru merdeka penuh di level 1, yakni merdeka fisik.  Tidak ada lagi pasukan tentara asing yang petentang-petenteng di negeri ini.  Kalau ada tentara asing, pasti sedang dalam misi penanggulangan bencana seperti saat Tsunami Aceh 2004, atau mereka yang sedang ikut latihan bersama UN-Stand By Force (SBF) di Sentul, Bogor.  Di dunia, negara yang saat ini jelas tidak merdeka di level-1 adalah Afghanistan, Irak atau Palestina. 

Level 2 merdeka, itu merdeka memilih pemerintah.  Secara normatif, pada level-2 ini, kita lebih merdeka dari Australia atau Canada.  Siapa yang jadi kepala negara di sana, ditunjuk oleh Ratu Inggris.  Australia atau Canada boleh saja bikin pemilu untuk mendapatkan Perdana Menteri baru.  Tetapi yang melantiknya adalah Gubernur Jenderal yang ditunjuk oleh Ratu Inggris.  Gubernur Jenderal itu pula yang akan mengesahkan UU, mengangkat panglima angkatan bersenjata, atau mengangkat dan memberhentikan para hakim.  Tetapi pada level-2 ini, kita belum 100% merdeka.  Meski rakyat Indonesia memilih sendiri presidennya, tetapi siapa calon presiden atau menteri yang akan terpilih, dipengaruhi oleh asing dalam bentuk "opini" ataupun "penerimaan pasar".

Level 3 merdeka, itu merdeka menentukan hukum.  Di sini derajat kemerdekaan kita lebih berkurang lagi.  Betul UU kita diketok di DPR hasil pilihan kita sendiri.  Tetapi, di antara draft yang masuk, ada sekian banyak draft yang dibuatkan oleh lembaga-lembaga asing seperti WB, IMF, UNDP atau USAID.  Mungkin UU yang kurang "sexy" seperti UU Informasi Geospasial atau UU Narkotika tidak banyak diintervensi asing.  Tetapi, UU Migas, UU Listrik, UU Penanaman Modal dan berbagai UU "basah" yang lain dipastikan ada peran asing di dalamnya.
Kalau sebuah negara Level-1,2,3 ini sudah 100%, negara ini baru bisa disebut merdeka secara fisik.  Negara itu baru negara yang "profesional".  Dia merdeka, tetapi boleh jadi masih miskin dan rakyatnya masih sengsara.  Salah satu contoh negara seperti itu boleh jadi adalah Korea Utara.

Level 4 merdeka, itu merdeka secara teknologi.  Bangsa itu mampu menciptakan teknologi yang mereka butuhkan.  Derajat merdeka kita di level-4 ini sangat rendah, tetapi mungkin masih lebih baik dari negara seperti Saudi Arabia atau Brunei Darussalam, yang teknologi apapun diimpor.  Kita alhamdulillah masih punyalah berbagai campus teknologi yang top-600 dunia, masih punya beberapa industri teknologi yang membanggakan.  Tetapi tetap harus kita akui, secara teknologi kita saat ini masih terjajah.  Kita masih sangat tergantung kepada asing, dan akibatnya asing masih mudah mempermainkan negeri kita dengan sarana teknologi yang mereka buat.

Level 5 merdeka, itu merdeka secara ekonomi.  Teknologi canggih rupanya tunduk juga pada tata ekonomi dunia.  Di bidang ekonomi ini kita sangat terjajah.  Akibatnya isu melemahnya Rupiah terhadap US-Dollar jadi sangat sensitif.  Proyek-proyek Habibie di akhir tahun 1990-an, berantakan karena krisis moneter.  Sistem ekonomi kita sangat rentan, karena mudah terpengaruh gonjang-ganjing dunia, baik disengaja maupun tidak.  PLN kekurangan gas, karena gas kita terlanjur dibeli dengan kontrak jangka panjang dengan China.  Produk agro kita yang melimpah tidak punya nilai tawar yang tinggi di dunia.
Negara yang merdekanya sudah sampai level-4 dan 5, dapat dipastikan negara yang "produktif".  Mereka berada di jajaran negara maju dan kaya.  Contoh negara seperti ini adalah Korea Selatan, Jepang atau Jerman.  China dan India mungkin segera menyusul di level ini.

Level-6 merdeka, itu merdeka secara ideologis.  Ideologi itu mendorong sebuah negara menentukan sendiri jalan hidupnya, peradabannya, sosial-budayanya, juga mendorong mereka mempengaruhi negara-negara lain.  Negara yang seperti ini akan berkembang menjadi negara yang "powerful".  Contohnya saat ini jelas Amerika Serikat.  Di masa lalu juga Uni Soviet, Inggris dan Perancis.

Yang tertinggi adalah merdeka level-7.  Merdeka level-7 itu adalah ketika sebuah negara beserta rakyatnya hanya menghamba kepada Sang Pencipta saja (Allah swt), dan tidak menghamba ke sesama hamba, manusia, baik seorang diktator maupun secara demokratis.  Negara yang seperti ini akan berkembang dengan cepat menjadi negara yang profesional, produktif dan powerful. Negara yang pernah seperti ini hanya Negara Khilafah Islam.  Mereka bergerak ke barat dan ke timur untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam, bukan untuk menjajah.  Negara seperti inilah yang "berkah". 
Jadi, kalau dinilai dengan levelling ini, kita baru merdeka di level-1, dan mungkin sedang terengah-engah mencoba meraih merdeka di level-level berikutnya.  Semoga kita istiqomah dalam meraih cita-cita kemerdekaan yang hakiki, merdeka level-7.

Dikutip dari https://m.facebook.com/khilafaharts/

Sabtu, 02 Juli 2016

#Jurus sukses Ramadhan


Ramadhan, tinggal sebentar, nggak terasa. Apakah tahun ini Ramadhan kita dapat dikatakan sukses? Yakin? Mumpung masih di bulan Ramadhan, yuk kita instropeksi diri #yukmuhasabahdiri
Ini ada 4 jurus agar #sukses di bulan Ramadhan
1. Menahan dan mengendalikan
Menahan kepuasan jangka pendek untuk memperoleh kepuasan jangka panjang, yaitu Surga.
2. Membuang
Membuang keburukan atau maksiat untuk selama-lamanya, bukan hanya di delete tapi harus di shift+del.
3. Mengulang-ulang
Mengulang-ulang kebaikan sampai kebaikan tersebut terlaksana secara otomatis. Karena sering mengulang-ulang kebaikan, secara otomatis juga akan menghilangkan keburukan. Contoh, mengulang-ulang tawadhu', maka secara otomatis jika sudah terbiasa tawadhu' maka sifat sombong akan hilang.
4. Melanjutkan
Melanjutkan atau meningkatkan amal sholeh yang dimulai di bulan Ramadhan.

Diringkas dari ceramah singkat Ustadz Hisyam Hidayat

Kota Batu, Malam 27 Ramadhan 1437 H
Dikala malam yang mulai menghembuskan hawa dinginnya
#CatatanSeorangHabib

Senin, 23 Mei 2016

7 Tips Cerdas Hadapi Dunia Kampus Mahasiswa bagi Mahasiswa Baru

Mahasiswa, siswa yang sudah jadi maha, katanya sih gitu gaes. Kata "Maha" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bentuk terikat, sangat, amat, terikat. Kalo digabung dengan kata siswa, kurang lebih jadi siswa yang sangat amat siswa. Bingung? Sama bro. Intinya siswa yang amat sangat lah, baik dalam pola pikirnya, tingkah lakunya, kepribadiannya dan lainnya yang pasti tambah dewasa nggak kayak anak kecil, remaja umumnya atau cabe-cabean. Hihihihihi...

Dunia kampus sangat diidam-idamkan banyak remaja. Terutama anak-anak SMA sederajat yang baru kemarin corat-coret seragam putih abu-abu yang biasa dipake upacara hari Senin, alias sudah game over dari sekolah, LULUS. Eh kamu ikut corat-coret? Kampungan itu bro, alias ndeso? Ingat 2016 bro, gx jaman lagi lulus corat-coret seragam. Trus jamannya apa? Sekarang jamannya sholat subuh jamaah bareng. Kenapa? Kiamat sudah dekat bro. Banyak yang tobat. hehehe. Ini serius lo...

Oiya saya mau berbagi tips nih bagaimana mengahadapi dunia baru kampus bagi mahasiswa baru. InsyaAllah ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. To the point aja ya gaes.

1. Cepat kenali kampusmu
Dunia kampus sangat luar biasa. Jangan dikira kuliah seperti di film-film FTV. Yang kerjanya cuma, shoping, pacaran, clubing, dan gak jelas belajarnya kapan. Mahasiswa yang cerdas dia akan segera mencari tau seperti apa, dimana, bagaimana kampusnya.
Contoh, kampus saya basicnya pendidikan, karena rata-rata prodi (program studi -red) banyak pe didikannya. Dan memang terkenal sebagai kampus pencetak guru. Jadi kulturnya tidak lebih dan kurang akan banyak dengan kata disiplin ala guru. Saya harus meletakkan diri seperti guru, misal pakai sepatu pantofel, celana kain, baju Hem/batik bagi laki-laki, pakai rok atau jilbab/hijab bagi perempuan yang intinya penampilan harus sopan layaknya guru. Itu penampilan.
Selanjutnya kenali letak tempat-tempat strategis, seperti perpustakaan, masjid, kantin, rektorat, tempat ngurus keuangan, BEM, HMJ, TU fakultas dan yang paling penting kelas-kelas tempat kita kuliah. Jangan-jangan ntar nyasar ke kelas sebelah. Malu-maluin lo.

2. Cepat kenali Dosenmu
Dosen ibarat orang tua kita di kampus. Siapa yang kenal orang tua lebih dekat, dialah yang disayang. Cocok nggak? Pastinya bro. Banyak tipe dan karakter dosen. Ada yang tua dan killer, tua tapi baik hati, tapi njajarnya membosankan. Ada juga yang suka bercanda ketika ngajar tapi tugasnya MasyaAllah sulit banget, nilainya apa lagi. Ada juga yang cabul, hati-hati yang cewek. Ada juga yang masih muda, kreatif, bercandanya bagus, tugasnya mudah, nilainya mudah lagi. Kalo punya dosen kayak gitu, asyik apa asyik?
Tipsnya adalah segera cari info ke kakak tingkat bagaimana dosen A dan cara menghadapi dosen tersebut. Tips cerdas dari saya, ambil posisi duduk paling depan dikelas (karena hanya yang didepan yang kebanyakan dosen perhatikan mahasiswanya, yang belakang dianggap numpang kuliah), aktif bertanya dan sopan sama dosen tersebut. Jangan lebay bin caper ya. Nggak baik buat kesehatan.

3. Cepat kenali temenmu
Jika ada mantan pacar, maka teman nggak pernah jadi mantan. Paham kan maksudnya? Yup teman di dunia segala-galanya bro. Siapa yang punya teman, dia akan sendiri. Termasuk di kampus. Akan ada banyak orang baru dalam hidup baru Anda sebagai mahasiswa. Dari berbagai daerah, ras, suku, sekolah, agama dll. Pintar-pintarlah cari teman. Terumatama teman dalam hal positif yang mempermudah kuliah Anda. Termasuk harus selektif sama teman baru.
Ada cerita pengalaman nyata terkait teman. Disekitar kampus sangat rawan terjadi pencurian, baik motor, laptop, HP sampai baju jemuran. Ada modus unik dari curanmor dengan sindikat teman dekat. Terkadang saking baiknya kita sama teman, kita dengan mudah meminjamkan barang-barang kita kepada teman atas dasar solidaritas. Contoh kunci motor, ini yang paling rawan. Diberbagai kasus curanmor, kunci tersebut awalnya dipinjam dengan alasan beli makan lah, pergi ngeprint lah dll, tapi ternyata dibelakang dia gandakan kunci motor tersebut di tempat ahli kunci. Nah yang seperti itu kan rawan, jadi setelah motor balik, kita merasa aman, gak ada yang lecet bin beret atau penyok, ternyata saat kita lengah, dia ambil tuh motor dengan kunci yang sudah digandakan. Kiamat deh, mahasiswa kehilangan motor ibarat dunia sudah berakhir, bingung gimana ngomong ke orang tua dan lain-lain, apalagi jauh dari rumah, polisi di kota juga kurang bersahabat, jadi opsi terakhir ya, sabar, do'a bin tawakkal. Bahaya kalo galau, putus semangat, kuliah anjlok. Hiii sereeem.
Oleh karena itu cari teman yang baik dan mengajak kepada hal-hal positif. Terutama dalam hal belajar dan agama. Anak masjid yang memang asli anak masjid sangat recomended jadi teman, udah ngajak hal positif masuk surga lagi. Hehe, lumayan.

4. Cepat kenali prodimu
Prodi ata program pendidikan terkadang jadi kendala kita belajar. Alasannya terkadang klasik. Itu bukan prodi yang gue pilih, gue dipaksa Mama papa. Hellooo, trus kalo nggak dipilih kenapa dilanjutkan, nyesek kan akhirnya. Makanya segera kenali prodimu.
Tipsnya sama seperti kenali dosen. Tanya tuh sama kakak tingkat yang udah makan asam garam kuliah dan tugas. Semakin cepat mengetahui prodi semakin cepat Anda bisa memanage kuliah termasuk bisa lulus lebih cepat. Baca juga katalog yang diperoleh dari jurusan, dan manfaatkan dosen PA (Penasehat/Pendamping Akademik)

5. Cepat kenali bakat minatmu
Kuliah jalan pengembangan bakat juga jalan. Gimana caranya? Ntar kuliahnya molor gara-gara asyik main dengan bakat. Siapa bilang? Itu hanya omongan orang-orang penakut. Anda sudah mahasiswa bukan waktunya takut dengan bakat. Sudah saatnya Anda mencoba dengan berbagai keinginan dan selesaikan dengan cerdas.
Dunia kampus sangat ramai dengan bakat dan minat. Bisa bakat olahraga, seni, nulis, teknologi, organisasi maupun kerohanian. Semua di kampus ada dan difasilitasi. Jangan khawatir mati bakatmu. Justru bakat anda akan disalurkan sesuai dengan prosedur yang semestinya.
Tipsnya dari saya kali ini beda dengan sebelumnya yang memanfaatkan kakak tingkat melulu saat tanya sesuatu. Kali ini Anda harus masuk langsung ke tempat bakat. Karena Anda akan merasakan, melihat dan melakukannya langsung.
Contoh yang sering jadi fitnah mahasiswa di kampus. Misal mau ikut rohis kampus, niatnya ingin belajar agama, menambah ketakwaan, eh  ketemu kakak tingkat trus dibilangin, hati-hati itu aliran sesat, kamu akan diajak jadi teroris. Akhirnya batal ikut rohis, beloknya malah ikut kelompok yang suka nongkrong-nongkrong gak jelas. Hadeeeehhh, dengernya pengen ketawa dan nangis. Masak rohis ngajarkan sesat jadi teroris, ya nggak mungkin lah, apalagi rohis tersebut diakui kampus dan banyak yang ikut. Makanya tipsnya, Anda daftar dan ikuti, lihat dan pelajari ajarannya, rasakan bedanya, lihat orang-orang senior disitu yang sudah lama ikut rohis, ada ulah mencurigakan nggak? Nah itulah mahasiswa, harus berani krosschek langsung, jangan termakan fitnah bin tuduhan yang tidak bertanggungjawab.

6. Cepat kenali lingkunganmu
Manusia karakternya dibentuk oleh lingkungannya. Orang yang rumahnya dekat laut memiliki karakter yang pekerja keras dan tahan banting. Berbeda dengan yang tinggal di daerah gunung yang lebih santai, adem, ayem dll. Saya nggak tau itu teori siapa tapi kadang ada benarnya teori tersebut. Makanya lingkungan sangat penting untuk dikenali. Terutama untuk Anda yang jadi mahasiswa baru.
Mahasiswa yang jauh dari rumah mau nggak mau harus kos atau ngontrak. Otomatis disitu akan masuk lingkungan baru. Bahaya jika lingkungan tersebut tidak kondusif untuk menunjang studi kita. Setiap malam begadang, putung rokok dimana-mana, kamar mandi jorok, tetangga sering marah-marah, apalagi kalo rawan maling, hiii ngeri.
Makanya tipsnya carilah tempat tinggal yang kondusif, bersih dan nyaman. Ada pembinaan dan pengembangan bakat di kontrakan. minimal kontrakan/kos sesama penghuni mudah kenal dan sering mengajak kepada kebaikan, entah belajar atau ikut pengajian di masjid. Pilih kontrakan atau kos yang dekat dengan kampus tp harga murah. Kayaknya sulit, karena hukumnya semakin dekat kampus harga semakin mahal dan sebaliknya, semakin jauh semakin murah. Awal kuliah jangan bawa motor. Belajar jalan kaki ke kampus, hemat bensin itung-itung olah raga juga. Atau minta boncengan sambil kenalan dan cari teman yang bisa dipercaya. Setelah dirasa sudah paham lingkungan dan teman sekitar baru bawa motor.

7. Jangan lupakan yang dirumah
Siswa yang jadi mahasiswa ibarat burung yang lepas dari sangkarnya, bebas. Betul nggak? Semoga tidak. Ingatlah niat anda kuliah. Kalau perlu tulis niat anda diselmbar kertas dan taruh di pintu kamar kos biar nggak lupa.
Ingat, kuliah itu mahal, sekalipun itu murah menurut Anda, bagi orang tua dirumah tetap mahal. Orang tua kita bukan mesin ATM yang ambil uang tinggal gesek. Mereka banting tulang hanya ingin melihat anaknya memiliki nilai lebih di masyarakat dengan tanda gelar yang diperoleh ketika wisuda. Ingat itu.
Jika kita selalu mengingat bapak dan ibu dirumah, kita mau bolos kuliah rasanya berdosa banget telah mendzolimi orang tua. Mau nongkrong ingt ortu. mau pacaran ingat ortu. Makanya minimal seminggu sekali telfon orang tua dirumah walau hanya sekedar tanya kabar. Siapa tau dapat tambahan uang saku. Asyik kan?

Mungkin itu dulu gaes 7 Tips nya untuk para mahasiswa baru yang akan menambah stock persediaan mahasiswa di kampus. Jadilah Mahasiswa yang berguna yangembawa perubahan hakiki. Bukan hanya untuk mencari nilai, tapi untuk mengubah sesuatu yang tak bernilai menjadi memiliki nilai. Terlalu murah jika kita kuliah hanya untuk mencari nilai, cari dunia baru Anda di kampus, aktif organisasi salah satu contohnya. Karena hidup nggak selalu tentang nilai. Adakalanya kita harus bersosialisasi, menghargai, berlatih sabar dan terus berjuang. Buat kulaihmua bermanfaat untuk umat manusia dan selalu ingat orang tua dirumah. Terimakasih

Malang, 24 Mei 2016
#CatatanSeorangHabib

Selasa, 03 Mei 2016

PENGEN TAHU MAY DAY DAN KHILAFAH

Oleh Ali Baba (Praktisi Politik dan Media)

Terkadang manusia terlalu sibuk bekerja untuk dunianya. Refresing, piknik, dan traveling sering dilupakan. Kurang piknik kata orang menjadikan manusia buta suatu wilayah. Seolah dunia itu selebar daun kelor. Padahal jika pengen tahu dan kepo manusia bisa menjelajahi dunia. Bisa dengan nekat atau berbayar. Berdasarkan laporan radio BBC siaran dari London, Senin 2 Mei 2016, bisnis wisata di Indonesia naik 30%. Bermunculannya orang berstatus menegah, semakin menggairahkan manusia Indonesia untuk mengetahui destinasi wisata baru. Ada juga seroang pekerja yang setahun sampai empat kali piknik ke luar negeri. Kondisi ini tidak terlepas dari media sosial yang turut menarik minat. Manusia sekarang ingin eksis dan narsis dengan mempertontonkan pose di tempat yang baru.
Kata orang Surabaya, piknik tidak lengkap tanpa ngopi. Jargon yang diambil, NGOPI DHISIK BEN GAK SALAH PAHAM, OPO MANEH PAHAME SALAH (baca: Ngopi dulu biar tidak salah paham, apalagi pahamnya salah). Sungguh piknik dan ngopi bisa dijadikan ajang untuk rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal baru. Sebagaimana saat ini jagad pemberitaan digemparkan dengan Demo Buruh 1 Mei (May Day) dan kata ‘KHILAFAH’. Namanya berita pasti mengundang tanda tanya dan rasa ingin tahu. Mengulik rasa keingintahuan itulah seperti aktifitas ‘piknik dan ngopi’. Dua aktifitas santai itu bisa mendatangkan manfaat, tanpa harus menimbulkan prasangka jahat. Yuk, cari tahu apa makna merah di May Day 2016 dan apa itu Khilafah?
===============
Merah di May Day
1 Mei kini menjadi libur nasional. Tanda merah tercatat kuat dalam kalender tahunan. Tuntutan pada tahun 2016 di antaranya, cabut peraturan Pemerintah 78/2015 tentang Pengupahan, revisi komponen kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 84 item, bubarkan Pengadilan Hubungan Industrial, revisi total UU 2/2004 tentang penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, tolak RUU Tax Amnesty (Pengampunan Pajak). Tuntutan buruh kepada penguasa tampaknya lebih didasari oleh ketidakadilan dalam sistem jahat neoliberal dan kapitalisme. Pemahaman mereka meski terkadang bergerak atas kepedulian, tapi menunjukan tuntutan di luar mainstream. Tuntutan buruh juga meliputi penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing di perusahaan swasta maupun BUMN, meminta upah minimum naik, serta pemerintah waspada terhadap dampak MEA kerena banyaknya tenaga kerja asing ilegal.
Bagi penguasa dan keamanan, tuntutan ini tidak biasa dianggap remeh. Karenananya, pihak pejabat turun tangan dan ikut berdemo. Kasatintelkam juga turut memakai kaus pendemo dan berbaur dengan buruh. Kesadaran seperti buruh inilah yang kiranya dimiliki oleh elemen masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya. Meski tertindas karena sistem jahat, mereka masih bisa berpikir jernih dan politis. Kekuatan akal yang mereka gunakan, bukan semata-mata okol meski ada serikat buruh metal Indonesia.
Merah di May Day 2016 ini harus dimaknai bahwa watak rezim Joko-Jeka mengancam keselamatan buruh, rakyat, dan bangsa Indonesia:
1) Pemerintahan Berwatak Neoliberal; pencabutan subsidi, pengambilan utang luar negeri dalam jumlah besar, dan privatisasi BUMN dan komersialisasi sektor publik. Ekonomi memburuk, PHK meluas,dan kemiskinan meluas
2) Melestarikan Kekuasaan Oligarki; para pengambil kebijakan (legislator) bertindak sekaligus opelaksana kebijakan (eksekutif) sekaligus pemenang tender dan pelaksana proyek pemerintah (kontraktor). APBN yang bersumber dari keringat rakyat dijadikan bancakan para oligarki.
3) Bertumpu pada Dana Asing; proyek pembangunan infrastruktur sepenuhnya disokong dana asing. Akibatnya proyek Joko-Jeka memperluas kesempatan kerja pekerja asing sebagai asal dana dalam mega proyek. Perusahan nasional dan buruh Indonesia semakin tersingkir
4) Buruh Dipaksa Disiplin Bayar Pajak, sementara itu Pengusaha Hitam diberi Tax Amnesty. Siapa yang paling disiplin bayar pajak di negeri ini? Sudah pasti buruh, PNS, TNI, POLRI, dna konsumen. Karena setoran bersifat memaksa langsung dipotong oleh negara. Pengusaha hitam dan koruptor diampuni dosa korupsinya da akan diampuni penggelapan pajaknya denan UU Tax Amnesty
5) Program Satu Juta Perumahan untuk Orang Asing; pemerintah menerbitkan perturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 13 Tahun 2016 tentang Asing dapat memiliki hak milik atas rumah sama dengan pribumi. Permen tersebut merupakan pelaksanaan peraturan Pemerintah No 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia. Sementara di waktu yang sama buruh dipaksa untuk membayar tabungan perumahan (TAPERA).
Fakta di atas seharusnya disadari oleh buruh bahwa rezim Joko-Jeka sebagai antek asing, antek pengusaha hitam, bagian oligarki para taipan, sudagar, dan pedangang. Maka elemen buruh juga harus memiliki kesadaran politik untuk tidak sekadar menuntut kepentingan tentang perburuhan. Lebih dari itu, untuk lebih giat menggencarkan perubahan sistem dan rezim yang hitam lagi kelam. Selama perubahan itu tidak terwujud, tuntutan yang disuarakan itu akan terus diulang-ulang, hingga telinga dan mata hati penguasa terbuka lebar.
==============
Khilafah?
Sempat bingung dengan istilah Khilafah. Jangan-jangan itu Khalifah atau Khulafaur Rasyidin? Atau Khafifah Indar Parawansah, cagub Jatim yang belum beruntug selama dua kali? Apa sama maksudnya dengan khilafiyah? Ternyata istilah itu tidak asing bagi umat Islam, kecuali yang belum pernah ‘piknik’ dan ‘ngopi’ sambil baca kitab kuning dan buku-buku politik Islam.  Termasuk karya ulama’ Indonesia H Sulaiman Rasyid dalam Fiqh Islam.
1) Menurut Imam Ibnu Khaldun :
“Telah kami jelaskan hakikat kedudukan ini (Imamah), dan bahwa kedudukan ini adalah pengganti dari Shahibusy Syari’ah [Rasululah SAW] dalam pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dengan agama. Dia disebut Khilafah atau Imamah, dan pelaksananya disebut Khalifah atau Imam.” Muqaddimah, hlm. 190.
2) Menurut Imam Taqiyuddin An Nabhani (w. 1977 M) :
“Khilafah adalah suatu kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.”Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah, Juz 2 hlm. 13.
3) H. Sulaiman Rasyid (Rektor IAIN Lampung, w. 26 Januari 1976),
al Khilafah ialah suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama Islam, sebagaimana yang dibawa dan dijalankan oleh nabi Muhammad Saw semasa beliau hidup, dan kemudian dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin. Kepala negaranya dinamakan ‘KHALIFAH”,  Fiqh Islam, hlm 494.
4) Syeikh Wahbah Zuhaili berkata :
”Mayoritas besar dari ulama Islam --yaitu ulama Ahlus Sunnah, Murji’ah, Syi’ah, dan Mu’tazilah kecuali segelintir dari mereka, dan Khawarij kecuali An Najdat-- berpendapat bahwa Imamah (Khilafah) adalah perkara yang wajib atau suatu kefardhuan yang pasti.” Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz VIII hlm. 272.
5) H. Sulaiman Rasyid (ulama’ Indonesia) :
” kaum muslim (ijma’ yang mu’tabar) telah bersepakat bahwa hukum mendirikan Khilafah itu adalah fardhu kifayah atas semua kaum muslim.  Fiqh Islam, hlm 495.
Berarti khilafah itu negara yang berdasarkan dalil-dali yang kuat dan syar’i. Ternyata khilafah bukan ancaman. Maka tidak relevan jika umat Islam sendiri masih berdebat apakah Rasul diperintah membentuk negara atau tidak? Tidak ada guna membenturkan Khilafah dengan makar? Tidak penting melakukan monsterisasi Khilafah? Ulama’ dan ilmuwan politik Islam tentu bukan orang sembarangan dalam memahami nash dan hukum Islam. Bisa jadi keilmuan mereka lebih dalam dibandingkan dengan kita yang masih meragukan dan merendahkan istilah ‘Khilafah’.
Kini umat pun semakin tahu bahwa ternyata ada negara dalam Islam yaitu Khilafah. Selama ini umat Islam yang diketahui hanya negera republik, kerajaan, monarki, federasi, dan persemakmuran. Ketika model negara selain Islam telah diparktikan dan jauh dari harapan. Maka saatnya, Khilafah tampil sebagai jawaban pembuktian dalam penerapan syariah kaffah. Kenapa Khilafah justru ditolak dan dianggap berbahaya? Aneh? Yang aneh itu siapa? Saya yang “piknik dan ngopi” sambil menelaah literatur? Atau Anda yang kurang “piknik dan ngopi” untuk mau duduk bersama membaca, diskusi, dan menelaah perihal khilafah? Mikir!
Oleh karena itu, tuntutan manusia yang terus disuarakan sebagaimana buruh dalam May Day atau seruan kembali kepada rumah besar umat Islam dalam ‘Khilafah’ akan terus menggelinding. Tak akan ada yang bisa membendungnya karena ini menyangkut urusan hidup dan mati umat manusia.

dikutip dari http://www.revolusislam.com/2016/05/pengen-tahu-may-day-dan-khilafah.html

Kamis, 31 Maret 2016

April Mop? Stop Tipu-tipu ya


Selamat pagi, selamat menikmati tanggal baru di bulan yang baru. Yups, bulan April namanya.
Ada yang menarik di bulan April. Tapi apakah benar bulan ini menarik? Bisa iya bisa tidak.
Tanggal 1 April dikenal dikalangan dunia atau lebih populer sebagai April Mop atau April's The Fool Day. Atau lebih gampangnya, bulan bodoh. Emang bulan bisa ngomong? Kog bisa bodoh? #jadi ribet deh
Jadi gini ceritanya, di bulan ini ada semacam budaya wajib khususnya di dunia barat. Bahwasannya setiap tanggal 1 April orang-orang disana boleh tuh menjahili teman-teman mereka agar menjadi bodoh. Pembohongan, penipuan, jail, dan semacamnya dianggap lumrah alias wajar di hari ini. Bahkan jika kita bicara serius, justru dianggap bohong. Makanya di bulan ini orang mendadak saling jail dan kepercayaan akan sesama menjadi kecurigaan. Kenapa demikian? Karena ini April Mop. Orang gx mau kelihatan bodoh. Lebih baik membodohi daripada dibodohi.
Lantas benarkah yang mereka lakukan? Jelas salah. Ingat, sejak kecil, TK, SD sampai sekarang kita selalu diajari jujur. Pepatah bilang "orang jujur pasti mujur". Bener gak?
Kalo kita mau bicara budaya, jelas April Mop bukan budaya yang baik. Wajib untuk ditolak, distop dan jangan sampai diteruskan setiap tahunnya bahkan sampai anak cucu kita. Berbahaya.
Dan tahukah kamu, bahwasannya Rasulullah pernah bersabda "sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka. Jika seseorang membiasakan diri dalam kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. (Mutafaq 'alaih)
Nah loh, mau dicap sebagai pendusta. Jangan deh. Kepercayaan yang kita bangun bertahun-tahun dapat runtuh hanya dengan satu kebohongan. Jangan sampai kepercayaan itu hilang gara-gara April Mop. Jadi Stop tipu-tipu ya kakak.
#CatatanSeorangHabib

Sabtu, 12 Maret 2016

Khilafah Dalam Pandangan Barat


Jika kita berbicara tentang #Khilafah, maka kita sedang berbicara tentang mimpi buruk yang menghantui ketenangan Barat. Lahirnya sebuah sistem universal dengan ideologi yang akan menjadi alternatif lain dari sekularisme Barat. Diterapkannya kembali #syariah Islam dan disatukannya kembali negeri-negeri Islam.

Saat ini telah muncul banyak pendapat dan prediksi dari tokoh negara-negara Barat, yang semakin menunjukkan kecemasan dan ketakutan mereka akan kembalinya Khilafah.
Mantan perdana mentri Inggris, Tony Blair, di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada 16/07/2005 mengatakan, “Kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari dunia Islam serta menegakkan Daulah Islam tunggal yang akan menjadikan syariah Islam sebagai hukum di dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam”

Tahun 2005 dengan terang-terangan Bush Jr. mengatakan, “Sesungghunya, ketika mereka menguasai satu negara saja, hal itu akan menghimpun seluruh kaum Muslim. Dimana hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghancurkan seluruh sistem di wilayah-wilayah itu, dan mendirikan kerajaan fundamentalis Islam dari Spanyol hingga Indonesia”

Seorang komentator Amerika, Karl Vic di surat kabar Washinton Post, 14/01/2006 menulis laporan panjang dimana di dalamnya ia menyebutkan, “kembalinya Khilafah Islamiyah yang selalu diserang oleh presiden Amerika, George Bush, benar-benar sedang menggema di tengah-tengah mayoritas kaum Muslim"

Ia menambahkan, "Umat Islam saat ini memang benar-benar menganggap diri mereka bagian dari satu umat yang akan membentuk esensi Islam. Ia juga memberikan isyarat bahwa, #HizbutTahrir yang bergerak di berbagai negeri lintas dunia itulah yang dengan terang-terangan menegaskan, bahwa tujuannya adalah mengembalikan Khilafah sebagaimana masa dahulu”
Masya Allah.

Selengkapnya baca http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/21/khilafah-dalam-pandangan-barat
#Syariah dan #Khilafah Mewujudkan #IslamRahmatanLilAlamin
#HizbutTahrirIndonesia @hizbuttahririd
Diberdayakan oleh Blogger.