Tampilkan postingan dengan label ReadingReport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ReadingReport. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

#ReadingReport4 "Buku Api Sejarah Jilid I"

Ketergantungan Pangreh Pradja Terhadap Taokeh

Memahami sejarah masa lalu untuk melihat masa kini. Pada masa kolonial Belanda, untuk menjadi Pangreh Pradja (Red-Pegawai Pemerintah) disyaratkan memiliki sejumlah uang. Hal tersebut dikatakan sebagai "pendanaan ilegal kepala daerah" atau "pilkada" zaman kolonial. Disebut ilegal karena tidak ada Surat Perintah Gubernur Jendral.

Prof. Dr. D.H. Burger dan Prof. Dr. Mr. Prajudi dalam Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia menuturkan bahwa untuk seorang calon Loerah harus memiliki uabg sejumlah f.700,- hingga f.1.000,-  . Uang tersebut "dipersembahkan" kepada bupati f.200,- untuk Wedana f.100,- dan untuk Jurutulis Controleur f.25,- dan sisanya digunakan untuk "mensejahterakan" eselon lainnya yang terkait dalam struktur kepangreh pradjaan.

Bayangkan, mau jadi Loerah saja dananya sebanyak itu. Belum jika jadi Camat, Bupati, Patih dll. Pertanyaanya adalah darimana calon tersebut memperoleh pinjaman. Ternyata mereka meminjam dari orang Cina yang disebit sebagai Taokeh. Meskipun calon dipilih oleh rakyat, jika calon tidak memberikan dana-dana ilegal, tidak mungkin dia menjadi Loerah.

Lantas bagaimana cara mengembalikan dana pinjaman tersebut? Adapun sistem pengembaliannya Taokeh bertindak seperti raja-raja kecil di desa atau kabupaten. Rakyat harus bekerja untuk kepentingan Taokeh. Meskipun ada wabah penyakit, kelaparan, Loerah dan Boepati tidak dapat berdaya membela rakyat dan tidak berani melawan penindasan Taokeh.

Itu zaman dulu, zaman Kolonial. Pertanyaanya apakah di zaman sekarang masih ada? Bukan masih lagi, tapi banyak dan merajarela. Dulu namanya Taokeh, sekarang menjadi Aseng. Dulu hanya Taokeh, tapi sekarang juga ada Asing (Orang-orang Barat -Amerika dkk). Dan sekarang ditambah adanya Antek. Siapa Antek? Merekalah orang-orang yang duduk di Pemerintahan yang mengaku melayani rakyat tapi faktanya mereka melayani Asing dan Aseng.

Silahkan dibaca sendiri di halaman 213

Rabu, 13 Januari 2016

#ReadingReport3 "Buku Api Sejarah Jilid I"

Pangeran Diponegoro
Putra Sulung Soeltan Hamengkoeboeana III
Dididik oleh moyangnya, Ratoe Ageng di Tegalreja Magelang

H.J. van den Berg dalam "Dari Panggung Peristiwa Sedjarah Dunia, III" menyatakan Pangeran Diponegoro sebagai seorang Muslim yang saleh dan taat pada aturan agama Islam. Ia menentang tingkah laku Soeltan Hamengkoeboeana IV yang mengikuti kebiasaan orang kafir Belanda, suka mabuk-mabukan hingga mati dalam keadaan mabuk minuman keras. Residen Smissaert mengangkat putranya yang baru berusia tiga tahun sebagai Soeltan Hamengkoeboeana V.

Pangeran Diponegoro melancarkan protes keras. Ia pun diangkat oleh rakyat sebagai Soeltan Abdoelhamid Eroetjakra Amiroel Moekminin, Sjaijjidin Panatagama, Chalifah Rasoeloellah saw ing Tanah Djawa. Pecahlah Perang Diponegoro 1240-1245 H/ 1825-1830 M.

Perhatikan Busana Pangeran Diponegoro sebagai pembaharu Islam di Jawa Tengah menggantikan busana tradisi Jawa dengan busana Islami. Busananya sama dengan Panglima Sentot Alibasah Prawirodirdjo, putra Bupati Madiun dan Penasehat Agama Kia Modjo. Hal ini sama dan sejamam dengan gerakan pembaharuan agama di Sumatra Barat, Imam Bonjol pemimpin Perang Padri, 1236-1252 H/1821-1837 M.

Selanjutnya baca sendiri di halaman 197 sampai selesai

Selasa, 12 Januari 2016

#ReadingReport2 "Buku Api Sejarah Jilid I"

Pengaruh Revolusi Protestan Terhadap Kelahiran Amerika Serikat

Dalam sejarahnya, Amerika sudah disebut sebagai Pendekar Demokrasi meski perbudakan Negro baru dihapuska seratus tahun setelah berdirinya negara tersebut. Pada perkembangan selanjutnya, Amerika menjadi negara Imperialis. Termasuk Amerikalah yang memaksa negara Jepang untuk menjadi negara Imperialis Timur.

Dari fakta dan data sejarah tumbuhnya imperialisme, ternyata negara-negara Barat terjadi persaingan, pertentangan dan permusuhan antar sesama negara penjajah. Hal yang perlu dicatat adalah, mereka (Red- negara Imperialis Barat) sepakat bersama-sama untuk menghancurkan kekuatan Islam. Maka langkah selanjutnya adalah membuat skenario bersama untuk menaklukkan Islam.

Runtuhnya Kekhalifahan Turki sebagai bukti konspirasinya dalam menaklukkan kekuatan Islam. Selanjutnya Ibnu Saud menjadi Raja Saudi Arabia. Berdirinya Negara Israel merupakan keberhasilan konspirasi bersama negara-negara Imperialis dalam mengalahkan kekuatan Islam.

Semua itu terbukti. Sampai saat ini negara Israel didukung negara-negara Imperialis. Negara-negara Islam hanya diam.

Selanjutnya bisa dibaca di dalam buku "Api Sejarah Jilid I edisi Revisi" karya Ahmad Mansur Suryanegara terbit tahun 2014 halaman 171-174

Senin, 11 Januari 2016

#ReadingReport1 "Buku Api Sejarah Jilid I"

Pasar, Pesantren dan Kekuasaan Politik Islam

Kehadiran Islam di tengah masyarakat Indonesia yang dibawa para wirausahawan Muslim mampu menjadi kekuatan dalam meningkatkan perekonomian rakyat. Wirausahawan Muslim menjadi change agent (pelaku pengubah) kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menjadikan hal tersebut sebagai objek dakwah.

Wirausahawan Muslim tidak hanya sebagai pelaku pasar, namun juga sebagai pendidik generasi muda dan pesantren. Sehingga muncul komunitas baru yang meliputi wirausahawan, ulama, santri dan perkembangan selanjutnya komunitas tersebut menuntut dibentuknya pemerintah atau kekuasaan politik Islam atau Khilafah.

Selanjutnya bisa dibaca di dalam buku "Api Sejarah Jilid I edisi Revisi" karya Ahmad Mansur Suryanegara terbit tahun 2014 halaman 154-158

Diberdayakan oleh Blogger.